Minggu, 29 Mei 2011

KOREKSI DIRI

Sekian tahun lamanya perjalanan menunaikan profesi guru bahkan bisa dibilang mendidik siswa hingga cucu,sejauh mana kita sebagai guru benar-benar profesional? Dalam arti ditinjau dari sudut pandang kualitas sejauh mana benar -benar jadi sosok idola contoh bagi siswa kemudian siswa bisa mengaplikasikan dalam hidup keseharian? Ini pertanyaan yang cukup dijawab dalam relung hati yang paling dalam untuk menoleh jauh ke belakang sebagai instropeksi diri.

Jika ditinjau dari segi finansial profesi guru sejak tahun 1970 era orde baru hingga masa reformasi belum bergaji standar. Baru berstandar "guru umar bakrie" tetapi jika pandai bersyukur harta kekayaan yang sesungguhnya ada dalam hati masing-masing guru bersifat relatif. Kekayaan sejati tidak jadi koruptor sehingga berkah , awet muda, bersih hati sanubarinya tak lekang oleh panas tak lapuk oleh hujan dan terpancar dari pola pikirnya yang sederhana apa adanya tetapi dinamis mengikuti alur perkembangan jaman walau pelan-pelan asal selamat. Semua itu karena minim finansial dan keberanian memperjuangkan nasib. Kebiasaan takut intimidasi dari atasan kalau rewel akan dipindah tugas yang pelosok. Maka guru- guru SD merasa orang kecil lebih baik menjauhkan peribahasa "Si cebol merindukan bulan."

Hingga kini masa konfirmasi bagi profesi guru dengan adanya embel-embel sertifikasi guru dan dosen bagi yang belum merasakan tunjangan. Ya... baru tahap konfirmasi karena baru enak didengar saja. Sekian banyak baru menjalani penggodokan di kawah "condro dimuko" menyelesaiakan S1. Harap -harap cemas mudah-mudahan "kapal bengkah" masih ada dan kelak bisa ikut menikmati. Namun iri hati menyelimuti diri dan bertanya-tanya "Mengapa yang sudah menyandang gelar sertifikasi berikut gajinya lipat dua tetapi pola mengajarnya sama saja alias Aku masih seperti yang dulu.". Tidak ada kemajuan dan rasa malu yang meningkat hanya kehadirannya saja tidak pemalas seperti dulu. Tidak mau meningkatkan diri mengikuti majunya jaman. Banyak guru yang bersertifikasi masih terjangkit penyakit TBC=Tidak Bisa Komputer. Guru masih banyak yang malas untuk meningkatkan diri.

Jumat, 20 Mei 2011

SELAMAT DATANG

Selamat datang ...!!!.

MEDIA ONLINE INI LAHIR RABU,18 MEI 2011 DI Karanganyar,Pekalongan,Jawa Tengah.
Blog ini aku ciptakan untuk semua guru sekolah dasar di seluruh wilayah tanah air Indonesia tercinta. Baik yang mengajar di wilayah perkotaan dan daerah pelosok. Semua menjalani profesi guru sekolah dasar pasti ingin memiliki visi dan misi mendidik,membimbing untuk mengantarkan siswanya menuju pulau harapan dan impian. Menanam,merawat agar kelak tumbuh besar dan berbuah.Buah yang bisa dirasakan untuk semua orang.
Sebagai guru selalu berbuat tulus ikhlas dan bertanggungjawab memberikan yang terbaik buat siswanya. Oleh karena itu harus selalu meningkatkan diri alias profesional dalam menjalani tugasnya di dalam kelas. Selalu belajar meningkatkan diri dengan selalu respon positif dengan perkembangan zaman yang semakin canggih. Ilmu dan teknologi selalu melaju bagai anak panah lepas dari busurnya.
Pola pembelajaran tidak ketinggalan dari waktu ke waktu mengalami perubahan seiring lajunya IPTEK. Cara belajar dan mengajar sudah dengan menggunakan sarana dan prasarana teknologi dan informasi canggih.Komputer,laptop dengan seperangkat terkoneksi dengan akses internet sudah menjadi tren belajar masa kini.

Rabu, 18 Mei 2011

GURU PROFESI MULIA

Profesi guru sangat mulia karena memberikan ilmu kepada anak didik merupakan tabungan melebihi emas berlian untuk akherat.Itu yang menyadari niat karena ibadah. Tetapi jika sekedar niat pekerjaan tiada bedanya dengan mencari barang rongsok di lorong-lorong . Setelah dapat duit selesai tiada nilai panjang bermakana dalam hidup.